Pengertian Penjenamaan yang Kini Trending

ISTILAH atau kata "penjenamaan" dalam dua hari terakhir ini tiba-tiba populer. Istilah penjenamaan hangat dibicarakan di media sosial dan media berita. 

Sumbernya adalah penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta yang mengalami penjenamaan menjadi "Rumah Sehat Untuk Jakarta".

Melalui akun Twitternya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menulis: 

"Mulai hari ini seluruh (31) RSUD di Jakarta namanya menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta. Melalui penjenamaan (branding) menjadi “Rumah Sehat untuk Jakarta”, kehadiran Rumah Sehat (RS) ini perannya ditambah, yakni aspek promotif dan preventif (pencegahan)."

Media pun memberitakannya dengan sudut pandang Anies mengubah nama RSUD jadi Rumah Sehat. "Anies Ganti Nama Rumah Sakit di Jakarta Jadi Rumah Sehat," tulis Tempo.

Pro-kontra muncul. Pihak Kementerian Kesehatan kemudian memberikan klarifikasi bahwa itu bukan perubahan nama, melainkan "branding".

"Rumah Sehat Jakarta hanya branding, nama RSUD tetap ada," demikian diberitakan Liputan6.

Kemenkes benar. Gubernur Anies tidak mengubah nama, tapi hanya membuat penjenamaan atau branding, seperti dikatakan Anies sendiri.

Ini artinya, pihak media massa yang terkesan menggiring opini publik bahwa Anies mengubah nama rumah sakit menjadi rumah sehat. Mungkin wartawan "lupa" arti kata "penjenamaan" alias branding itu.

Pengertian Penjenamaan

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kata penjenamaan berasal dari kata jenama yang artinya "proses penciptaan nama dan citra unik untuk suatu produk di benak konsumen, khususnya melalui iklan" (KBBI).

Jadi, penjenamaan adalah bahasa Indonesianya "branding". Kita memang selama ini lebih familiar dengan kata branding ketimbang penjenamaan.

Di Wikipedia disebutkan, penjenamaan atau pencitraan merek (bahasa Inggris: branding) yang diturunkan dari kata jenama atau merek dapat merujuk kepada beberapa hal sebagai berikut:
  • Agensi penjenamaan
  • Manajemen merek
  • Penjenamaan bangsa
  • Penjenamaan pribadi

Bagian Pemasaran

Mengutip sebuah artikel di laman UII, penjenamaan (branding) awalnya memang praktik di dunia bisnis, tapi perkembangan mutakhir menunjukkan bahwa penjenamaan menjadi lazim juga di sektor publik (pemerintahan) dan bahkan organisasi nirlaba, termasuk perguruan tinggi (PT). 

Penjenamaan adalah bagian kecil dari pemasaran. Tujuannya beragam. Salah satunya adalah untuk membangun citra baik organisasi di benak khalayak.

Paling tidak terdapat dua alasan utama penjenamaan dilakukan sebuah lembaga atau perusahaan. Pertama, untuk dikenal khalayak, PT harus tetap terlihat menonjol (outstanding) di tengah kerumunan.  Kedua, karena memori publik cenderung pendek, maka sebuah lembaga harus selalu mengingatkan publik tentang keberadaan dan kiprah kontributifnya. 

Karenanya, penjenamaan bukan proses sekali jalan, tetapi proses berulang secara konsisten.

Untuk terlihat menonjol, sebuah lembaga atau bisnis harus mengidentifikasi keunikannya yang menjadikannya berbeda dengan yang lain. Tidak selalu mudah, tapi perlu diikhtiarkan.  Di sini, inovasi dalam desain, produksi, dan kanal media pemasaran menjadi penting. 

Demikian pengertian penjemanaan yang tiba-tiba populer saat postingan ini dibuat. Jadi, pengertian penjenamaan adalah branding dalam bahasa Indonesia.*

Post a Comment