Mengenal Inner Courtyard yang Estetik

Mengenal Inner Courtyard yang Estetik

Berbagai inovasi dalam desain ruang pada sebuah rumah lambat-laun semakin bertambah seiring berkembangnya zaman modern saat ini.

Salah satunya adalah Inner Courtyard yang belakangan ini banyak diadopsi oleh para pemukim hunian tapak atau rumah.

Inner courtyard secara sederhana pada dasarnya merupakan sebuah area terbuka yang terletak di dalam rumah. Beberapa orang juga menafsirkan inner courtyard juga sebagai taman dalam ruang.

Meskipun lebih sering disebut selayaknya taman dalam ruang, fungsi inner courtyard tidak terbatas seperti fungsi dari taman pada umumnya.

Selain sebagai taman atau kebun, inner courtyard sering difungsikan menjadi ruang santai, area barbekyu, area kolam ikan, area kolam renang, atau hanya sebagai ruang kosong.

Fungsi-fungsi tersebut pada dasarnya memiliki tujuan yang lebih spesifik, padahal inner courtyard dikembangkan dengan tujuan penting yang terbagi menjadi dua hal:
  1. Untuk pencahayaan alami
  2. Untuk menyuplai udara atau menambah sirkulasi udara.
Pembangunan area ini pada dasarnya tergolong tidak terlalu sulit. Hanya saja, Anda perlu untuk mempertimbangkan faktor desain ruang dan desain atap.

Terdapat dua desain inner courtyard yang biasanya diaplikasikan, yakni terbuka dan semi terbuka.

Desain ruang ini sangat berkaitan dengan desain atap yang merupakan faktor krusial. Jika desainnya terbuka, Anda harus merelakan bagian plafon rumah yang tidak diberi atap.

Selanjutnya untuk desain semi-terbuka, Anda dapat menggunakan atap transparan yang dikolaborasikan dengan 'sistem buka tutup' atap.

Sistem buka tutup pada desain atap ini dirancang untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya matahari pada kondisi cuaca cerah, dan meminimalkan tampias air saat cuaca ekstrim atau musim hujan.

Jika Anda ingin mengenal sistem buka tutup ini, coba lihat perumahan Samanea Hill yang mengaplikasikan inner courtyard semi terbuka tersebut.

Bisa untuk Rumah Minimalis

Memang benar, jika inner courtyard banyak diaplikasikan di hunian-hunian mewah dengan luasan besar, namun tidak berarti konsep ini tidak bisa diaplikasikan di hunian minimalis.

Lihat saja perumahan Samanea Hill yang disebutkan sebelumnya.

Perumahan Samanea Hill yang dirancang arsitektur ternama, Andra Matin, memperlihatkan pengaplikasian inner courtyard dalam hunian minimalis dengan luasan tidak terlalu besar.

Hanya dengan bermodal luasan 36 meter persegi, seperti perumahan Samanea Hill, Anda sudah bisa mengembangkan inner courtyard tersendiri.

Perlu untuk diperhatikan, jika luasan terlalu kecil dibanding luasan perumahan Samanea Hill tersebut, jangan memaksakan pengembangan ruangan ini. Yang ada malah rumah Anda terasa lebih sempit dan sesak.*

Thanks for reading Mengenal Inner Courtyard yang Estetik | Labels: Ragam, Rumah edit this post
0 Komentar untuk "Mengenal Inner Courtyard yang Estetik"

Contact Form

Name

Email *

Message *

Back To Top