Blogging Itu Berat

DILAN? Ya, benar. Ia mengatakan kepada Milea: "Jangan rindu, ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja!" 


CB pinjam kata-kata populer itu dan berubah menjadi "Jangan ngeblog. Blogging ini berat. Anda tak akan kuat. Biar CB saja!"


Blogging itu susah bin sulit. Tak semudah membalikkan tangan. Jika hanya membuat blog asal jadi, lalu mengisinya "asal isi", memang mudah! Namun, blog Anda takkan berhasil tanpa SEO dan upaya sulit lainnya.


Ciri blog yang berhasil itu antara lain ramai pengunjung, diterima jadi publisher Google AdSense, dan banyak iklan non-Google seperti content placement atau sponsored post.


Blogging ngetren atau populer 5-10 tahun ke belakang. Dalam 4-5 tahun terakhir, banyak blogger yang "tumbang". Mereka stop blogging! Entah mengapa, mungkin blognya tidak seramai dulu, atau adsensen-nya tidak sebanyak dulu.


Mungkin mereka beralih ke Youtube, ngevlog (vlogging), atau aktif di media sosial. Jadi TikToker misalnya.


CB mah tetap bertahan. Berusaha konsisten, meski trafik tidak setinggu dulu, komentar tidak seramain dulu, dan AdSense tidak sebesar dulu. Konsistensi akan berbuah manis. CB yakin, hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Blogging Itu Berat

Ya, blogging itu berat, sulit! Anda takkan kuat, biar CB saja, sehingga blog CB tidak banyak pesaing, he he ...!


Gak percaya ngeblog itu berat? Nih, CB sadurkan postingan dari Getspokal. Setidaknya ada 5 Hal yang Tidak Ingin Anda Dengar tentang Blogging.


Konteksnya bukan hanya blog dalam pengertian mengelola website pribadi, tapi lebih pada business blogging atau blogging sebagai bagian pemasaran online, dalam hal ini pemasaran konten (content marketing).


Disebutkan, tidak ada keraguan bahwa pemasaran konten membangun bisnis jutaan dolar. Dan tidak diragukan lagi bahwa blogging adalah salah satu cara terbaik untuk membuat konten yang berkonversi secara teratur. 

1. Ngeblog Itu Kerja Keras

Tapi, ngeblog itu tidak mudah! Ini Kerja Keras. Serius!


Meskipun akan sangat bagus jika Anda seorang penulis yang berbakat secara alami – yang memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang harus dikatakan untuk menarik pelanggan potensial, dan bagaimana mengomunikasikan nilai dan memelihara prospek sehingga mereka menjadi pelanggan – bagi sebagian besar dari kita ini membutuhkan waktu.


Contoh Blog sendiri sebenarnya "tidak sengaja" ngeblog serius. Dulu hanya uji coba template Johny Wuss. Eh, ternyata banyak pengunjung! Ya, teruskan! Hingga kini.


Secara umum blog itu berhasil dalam 1-2 tahun, dan membutuhkan setidaknya 6 bulan untuk memahami nadanya, dan 6 bulan lagi untuk membuat konten yang cukup luar biasa, sehingga blog kita bisa mulai menarik pembaca.


Setidaknya 6 bulan perencanaan rutin, riset, penulisan, pengeditan, berbagi, dan promosi tanpa melihat hasil yang signifikan.


Beberapa blogger mungkin beruntung dan membuat blog epik dalam waktu yang lebih singkat. Tapi bagi kebanyakan blogger membutuhkan waktu untuk sukses.


Jadi, tidak mengherankan jika kebanyakan orang yang memulai blogging berhenti setelah 3 bulan pertama, dan mengapa kira-kira setengah dari blog online saat ini tidak aktif.


Jika itu mudah, semua orang akan melakukannya.


Sulit, sangat sulit.


Setelah Anda tahu itu, dan Anda siap, blogging bisa menjadi salah satu keputusan terbaik yang Anda buat untuk mengembangkan bisnis Anda.

2. Blogging membutuhkan waktu

Butuh waktu untuk menemukan suara Anda, tetapi bahkan jika Anda tepat sejak hari pertama, pemasaran masuk adalah sebuah proses.


Perlu waktu bagi Anda untuk membuat konten yang cukup luar biasa tentang suatu topik, sehingga Google mengenali kepakaran Anda, sehingga Anda perlu waktu untuk menjadi relevan dalam hasil penelusuran saat seseorang mencari sesuatu yang Anda lakukan atau jual.


Meskipun konsep ini secara khusus terkait dengan strategi SEO, konsep ini mudah diekstrapolasi ke pemasaran.


Gap of Disappointment adalah tempat sebagian besar bisnis berhenti ngeblog.


Ini karena usaha dan harapan tidak selaras. Saat Anda mulai blogging, Anda mungkin melihat dorongan atau tanggapan awal dari teman dan keluarga yang membaca konten Anda.


Ketika itu mereda, kerja keras panjang dimulai.


Ada banyak pekerjaan dan energi yang dihabiskan untuk blogging, dan tidak banyak keuntungan.


Kuncinya adalah memahami kerangka waktu dan pekerjaan yang terlibat sehingga Anda menetapkan harapan yang benar.


Anda dapat bertahan dari ini jika Anda membuat konten yang relevan secara teratur, yang dioptimalkan dan ditargetkan dengan benar untuk audiens Anda, dan memahami bahwa diperlukan waktu 3-6 bulan sebelum Anda mulai melihat hasilnya.

3. Anda Perlu Melakukan Pekerjaan Rumah Anda

Orang-orang suka melihat di balik layar. Inilah sebabnya mengapa berbagi cerita pribadi di blog bisnis kecil berhasil.


Tapi terlalu banyak cerita bisa, yah, membosankan. palagi jika tidak didukung oleh sumber daya eksternal.


Orang-orang datang ke blog Anda karena mereka mencari sesuatu. Nilai yang Anda berikan akan membantu mereka menentukan apakah mereka akan kembali, atau apakah mereka akan melupakan Anda di antara 152+ juta blog online lainnya.


Salah satu cara untuk memberikan nilai nyata dan menjaga agar postingan Anda tetap relevan adalah dengan melakukan riset.


Sangat mudah untuk mengatakan: "Banyak email dikirim setiap hari." Ini adalah hal lain untuk dikatakan: "294 miliar email dikirim setiap hari."


Mereka menunjukkan bahwa Anda ahli di bidang Anda, karena Anda tahu di mana mendapatkan pengetahuan industri yang relevan.


Ini membantu Anda membangun kepercayaan dengan audiens Anda, karena ini menunjukkan bahwa Anda kredibel dan Anda tahu apa yang terjadi.


Dan kepercayaan sangat penting untuk membuat pelanggan online.

4. Anda Harus Promosikan Blog!

Setelah Anda mempublikasikan sebuah blog, pekerjaan Anda baru saja dimulai.


Karena tidak peduli seberapa relevan postingan Anda, jika Anda tidak mempromosikannya secara aktif, Anda kehilangan peluang yang signifikan untuk menjangkau pelanggan Anda.


Seperti halnya kebiasaan baik lainnya, kunci sukses adalah melakukan langkah ini secara teratur.


Meskipun Anda dapat melakukan dorongan ekstra untuk pos khusus itu, ikuti langkah yang sama setiap kali Anda memublikasikan, tepat setelah Anda memublikasikan.


Tempat yang paling jelas untuk memulai adalah berbagi di saluran sosial Anda – idealnya ini dilakukan secara otomatis melalui plugin atau platform sosial.


Banyak blogger juga mengirim email ke pembaca mereka, memberi tahu mereka bahwa konten baru sedang menunggu. 


Blogger serial Neil Patel mengaitkan sebagian besar lalu lintasnya dan 40% komentarnya kepada orang-orang yang melihat blognya di kotak masuk mereka.


Tapi apa lagi yang akan Anda lakukan? Anda bisa:

  • Jadwalkan tweet sepanjang hari untuk meningkatkan kemungkinan orang melihatnya
  • Jadwalkan tweet sepanjang minggu dan bulan-bulan mendatang, agar konten Anda tetap beredar
  • Bergabunglah dengan lingkaran blog untuk membuat bagian komentar Anda bergulir
  • Terima kasih kepada semua orang yang Anda sebutkan (termasuk sumber laporan) untuk membuat konten mereka
  • Kirim catatan ke 5-20 pelanggan dan kolega yang mungkin senang membaca posting Anda dan meminta komentar
  • Gunakan hubungan yang telah Anda bangun dengan blogger dan influencer dan minta mereka untuk me-retweet postingan Anda jika mereka menyukainya


Dan seterusnya.


Mulailah dengan 3-5 langkah yang akan Anda lakukan setiap saat, dan Anda dapat membangun strategi promosi Anda dari sana.


Saat Anda siap untuk berkembang, lihat posting ini tentang cara membuat strategi Anda jauh lebih baik:

5. Haruskah Anda Membuat Blog?

Kita semua tahu kerja keras terbayar. Inilah kenapa CB suka ngeblog. Tapi itu tidak untuk semua orang.


Jadi, haruskah ngeblog? Meski berat, blogging itu penting. Blog atau website pribadi adalah personal branding Anda, kehadiran online, dan eksistensi Anda di internet.


Blogging juga sudah menjadi strategi pemasaran online yang efektif membangun kesadaran merek (brand awareness), muncul di halaman satu Google. Youtuber dan Podcaster pun perlu blog untuk promosi video dan podcastnya!


Bahkan situs-situs berita saat ini gencar melakukan "blogging" dalam konteks pemasaran konten! Lihat saja, mereka menulis "apa saja", bahkan dengan gaya blogger, agar situs beritanya banyak pengunjung.


Jelas ya, blogging itu berat! Anda takkan kuat, biar CB saja, agar blog CB "leading" sendirian tanpa kompetitor :) Biar sponsored post hanya datang ke Contoh Blog! He he... Amin!


Good Luck and Happy Blogging bagi yang masih ngeblog ataupun baru mulai go blogging!



4 Comments

  1. Betulmbos emang perlu kerja keras, dan kerja keras akan berbuah manis, dan orang akan mendapatkan imbalan sesuai dengan rekasanya ..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat! Kerja keras dan "sabar" akan berbuah manis.

      Delete
  2. Saya masih aktif ngeblog. Alhamdulillah pengikut setia CB dr dlu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat, Pak! Keep blogging for sharing. Semoga berkah.

      Delete

Post a Comment