Cara Menjadi Technopreneur, Wirausahawan Berbasis Teknologi

Ada tiga hal yang dibutuhkan untuk menjadi technopreneur, yaitu knowledge (pengetahuan), skills (kemampuan), dan attitude (sikap). Wirausana berbasis blog disebut blogpreneur.


Cara Menjadi Technopreneur, Wirausahawan Berbasis Teknologi



Pengetahuan mudah didapatkan oleh generasi muda saat ini yang cepat beradaptasi dengan teknologi. Hal yang tak mudah didapatkan ialah sikap.

Sikap yang diperlukan untuk menjadi jiwa technopreneur, tak bisa diajarkan di bangku kuliah atau semacamnya, melainkan dididik dari sejak lama.

Sikap pantang menyerah yang harus dimiliki dimulai dari sejak kecil atau didapat dari pendidikan karakter. Selain itu, sikap optimis, tekun, dan disiplin merupakan bagian yang dari attitude yang diperlukan untuk menjadi technopreneur.

Technopreneur salah satu bagian dari perkembangan berwirausaha (entrepreneur) memberikan gambaran berwirausaha dengan menggunakan inovasi basis technologi. 

Konsep technopreneur didasarkan pada basis tekhnologi yang dijadikan sebagai alat berwirausaha, misalnya munculnya bisnis aplikasi online, bisnis security system, dsb.

Pengertian Technopreneur

Technopreneur atau teknopreneur merupakan penggabungan dari dua kata: technology dan entrepeneur. Teknopreneur adalah wirausahawan berbasis teknologi.

Seorang technopreneur memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang pesat untuk dijadikan sebagai peluang usaha. 

Entrepreneur sendiri mengandung arti seseorang yang mengelola usaha dengan keberanian untuk mengambil risiko guna mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada.

Technopreneurship adalah sebuah usaha yang dibuat atau diciptakan oleh individu maupun sebuah kelompok yang dasar usahanya tersebut adalah menggunakan teknologi.

Berikut ini beberapa pengetian technopreneur dari para ahli:

Chua Eung Hwa (2009): Seorang technopreneur adalah perpanjangan dari seorang wirausahawan, dan memanfaatkan teknologi untuk membuat penemuan baru sebagai inovasi dan karenanya memanfaatkan prestasinya di pasar untuk menghasilkan uang.

(A technopreneur is an extension of an entrepreneur, and makes use of technology to make a new invention an innovation and thereby exploits his achievement in the market to make money)

Yudha Pratomo (2010): Technopreneur adalah orang-orang yang membuat atau menemukan bisnis berbasis teknologi mereka sendiri dengan mengenali peluang dan mengatur sumber daya.

(Technopreneurs are people who make or found their own technology-based business by recognizing opportunities and organizing resources.)

S.Goodman, W.Ladzani, B.Bates (2005): Technopreneur adalah pengusaha yang menggabungkan keterampilan teknologi dan kewirausahaan mereka.

(Technopreneurs are entrepreneurs who combine their technological and entrepreneurial skills)

Contoh Technopreneur

Contoh Technopreneur sukses di Indonesia:
  1. Andrew Darwis – Kaskus. 
  2. Nadiem Markarim – Gojek. 
  3. Achmad Zaky - Bukalapak.
  4. Ferry Unardi – Traveloka.
  5. Jason Lamuda – Berrybenka.
  6. William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison – Tokopedia.
  7.  Adamas Belva Syah Devara, Muhammad Iman Usman - Bimbel Online Ruang Guru

Cara Menjadi Technopreneur

Tecnopreneur adalah seseorang yang memanfaatkan teknologi sebagai sumber penghasilan. Untuk membangun usaha sendiri, dibutuhkan beberapa komponen penting, yaitu:

1. Ide. 

Ide merupakan fondasi awal apa yang hendak kita kerjakan. Seseorang dapat berhasil jika mampu merealisasikan ide-idenya. 

Ide bukanlah sesuatu yang mudah dicari. Tidak sedikit enterprenuer yang gagal karena ketidakmampuannya dalam mencari ide yang pas. 

Salah satu cara paling mudah dalam mencari ide adalah hobi. Dari hobi kita bisa mendapat ide yang kita senangi sehingga lebih nyaman dalam menjalaninya.

2. Konsep. 

Konsep merupakan perluasan dari ide. Konsep lebih mendetail dan pasti terdapat beberapa perubahan dari ide ke konsep. 

Untuk membuat konsep dari ide, sebaiknya dituangkan di kertas atau papan tulis. Hal ini dilakukan karena jika kita menulis di kertas atau papan tulis, konsep yang dibuat dapat sewaktu-waktu diubah atau dihapus dengan mudah.

3. Modal. 

Modal digolongkan menjadi dua, yaitu uang dan skill. Untuk mencapai sukses dibutuhkan kedua-duanya. Tetapi seorang enterprenuer minimal harus memiliki salah satu modal tersebut. 

Jika enterprenuer hanya memiliki skill, dia dapat mencari orang lain yang memiliki uang bekerjasama. Sebaliknya, jika seorang enterprenuer hanya memiliki uang, dia dapat mencari orang lain yang memiliki skill yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

4. Tim. 

Tidak mungkin ada orang yang mendirikan usahanya sendirian. Karena itu, dibutuhkan tim yang solid untuk merealisasikan ide-ide yang kompleks.

5. Realize. 

Jika kita sudah memiliki keempat komponen sebelumnya, maka langkah selanjutnya yang diambil untuk menjadi technopreneur adalah mengimplementasikan ide yang dimiliki. 

Apabila produk tersebut gagal, jangan berhenti. Kita melakukan re-concept (mengulang step awal) atau new concept (membuat konsep baru).

Tips Sukses Menjadi Technopreneur

1. Proses

Untuk menjadi technopreneur sukses perlu waktu dan proses. Semua butuh proses, tidak ada kesuksesan instan. 

Sebagai contoh, game Angry Birds yang sukses sejak 2009. Perusahaan pembuatnya, Rovio, sudah berdiri pada tahun 2003, dan dibutuhkan 6 tahun serta 53 game sebelum Angry Birds untuk meraih sukses.

2. Ide gila, Sukses Besar. 

Banyak produk-produk yang sukses dimulai dari ide-ide yang tidak masuk akal. Contohnya Google Maps (idenya memetakan seluruh dunia kedalam bentuk digital dan Gmail (idenya memberikan space 100x lebih besar dari pesaingnya, Yahoo!)

3. Never give up

Moto “Kegagalan adalah Kesuksesan yang Tertunda” menjadi pegangan dalam membangun sebuah usaha. 

Pendiri Google (Larry Page dan Sergey Brin), Facebook (Mark Zuckeberg), Microsoft(Bill Gates), dan banyak lainnya, memulai usaha setelah drop out atau mengalami penolakan.

4. Jangan berhenti berinovasi. 

Kisah sukses Google dengan berbagai macam produknya, mulai dari Google Search, Google Maps, Chrome sampai Android merupakan contoh yang paling mudah ditemukan.

5. Crazy Process

Dibutuhkan sebuah crazy process untuk mencapai tahap established. Misalnya Agate Studio. Didirikan 23 orang mahasiswa ITB pada tahun 2009. Memiliki pendapat Rp. 0 selama 2 tahun, sebelum establish pada tahun 2011, dan menjadi Asian Star Game terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Beberapa studio local dengan produk internasional lain diantaranya Anantarupa, Tinker, Garuda, Gits.

Demikian ulasan tentang Cara Menjadi Technopreneur, Wirausahawan Berbasis Teknologi. Anda bisa memulai dengan blogging lebih serius. Blog juga menjadi sarana technopreneurship. Anda bisa menjadi blogpreneur, yaitu wirausaha berbasis blog.

Good Luck & Happy Blogging! (www.contohblog.com).*


Thanks for reading Cara Menjadi Technopreneur, Wirausahawan Berbasis Teknologi | Labels: Bisnis Online edit this post
Author Image

About CB Blogger
Contoh Blog --sebut saja CB -- Panduan Blogging untuk Pemula - Tips SEO, Desain, Template SEO Friendly, Cara Membuat Blogger Keren, Google Adsense, dll. Subscribe! to get update via email.

0 Komentar untuk "Cara Menjadi Technopreneur, Wirausahawan Berbasis Teknologi"

Contact Form

Name

Email *

Message *

Back To Top