Besar, Potensi Bisnis Podcast di Indonesia

Potensi Bisnis Podcast di Indonesia


PODCAST atau siniar (Indonesia) kian familiar di kalangan pengguna internet di Indonesia. Banyaknya pesohor, artis, penyiar, presenter, hingga dosen dan mahasiswa membuat podcast membuat konten audio ini kian populer dan membuka potensi bisnis.

Podcast adalah cara menikmati konten menarik dari seluruh dunia secara gratis. Bagi penerbit podcast atau podcaster, podcast adalah cara yang sangat efektif untuk menjangkau banyak pendengar.

Secara umum, podcast adalah sebuah rekaman audio yang dapat didengar langsung atau diunduh untuk didengarkan kemudian.

Pada hakikatnya, podcast tidak jauh berbeda dengan radio, yakni sama-sama audio untuk didengarkan, namun podcast umumnya berupa monolog, dialog, obrolan, ataupun wawancara (talkshow) dan memiliki karakteristik "serial" atau "per episode" dengan topik tertentu. 

Kini banyak sekali podcast dengan beragam topik, mulai dari travelling, musik, entertainment, olahraga, pengetahuan, hingga "cerita horor". 

Podcast pun terbagi dalam beberapa tipe. Saat ini, yang tengah populer adalah podcast interview. Podcast ini menggunakan format seperti sedang interview atau wawancara dengan menghadirkan narasumber atau tamu.

Biasanya, pada podcast interview akan ada host yang bertanya kepada narasumber atau tamu yang berbeda-beda di setiap episode. Format seperti ini populer di kalangan podcaster.

Potensi Bisnis Podcast di Indonesia

Banyak audiens (pendengar) artinya bisnis, sama seperti blogging jika berhasil mengundang pengunjung yang banyak (traffic). 

Menurut Spotify's Head of Studios for Southeast Asia, Carl Zuzarte, ke depan potensi para kreator atau podcaster untuk meraih penghasilan (uang) lewat podcasting makin tinggi. Hal ini berkorelasi dengan jumlah pendengar yang terus meningkat.

Menurutnya, kreator podcast dapat memonetisasi podcast dengan berbagai cara, di antaranya dengan sponsorship dan ad placements di dalam episode. 

"Biasanya, ini dikenal sebagai host-read ads. Karena dibacakan secara personal dan sangat kontekstual, podcaster dan pengiklan bisa mengemas kontennya dengan banyak cara untuk melibatkan audiens mereka,” jelasnya.

Platform podcast Spotify mencatat, Indonesia adalah salah satu negara yang pasarnya berkembang pesat. Pasalnya, lebih dari 20 persen pengguna Spotify di Indonesia mendengarkan podcast setiap bulan, lebih tinggi dari rata-rata global.

Hal senada dikatakan oleh Brand and Manager Noice, Thomas. Menurutnya, podcast merupakan bisnis masa depan yang menjanjikan. 

Keistimewaan podcast adalah bisa menjadi second activity. Artinya, user bisa mendengarkannya sambil mengerjakan hal lain, seperti menyetir, memasak, bahkan bekerja.

Menurut laporan Nielsen Februari 2020, jumlah pendengar podcast tumbuh lebih dari 3,6 juta. Bersamaan dengan itu, rata-rata jumlah episode yang didengar per minggu meningkat sebesar 10 persen.

Embrio podcast di Indonesia sudah ada sejak lebih dari satu dekade lalu, tepatnya 2005.

Namun, baru satu setengah tahun belakangan podcast atau siniar "mendadak" bertumbuh pesat di Indonesia, terutama setelah layanan musik Spotify menyediakan fitur podcast pada 2018 dan mengakuisisi Anchor, platform distribusi audio, setahun kemudian.

Pertumbuhan podcast di Indonesia ini menjadi perhatian Spotify. Managing Director Spotify, Gautam Talwar, mengatakan Indonesia adalah salah satu negara yang pasarnya berkembang pesat.

"Lebih dari 20 persen pengguna Spotify di Indonesia mendengarkan podcast setiap bulan. Jumlah jam yang dihabiskan untuk mendengarkan podcast meningkat 10 kali lipat dalam satu tahun terakhir," ujar Gautam.

Salah satu podcaster perintis di Indonesia, Adriano Qalbi,  memiliki pandangan serupa tentang masa depan podcast. Ia bahkan memprediksi dalam dua sampai tiga tahun ke depan sesama podcaster akan "saling membunuh."

"Pertama, niat untuk menjaga konsistensi enggak cukup. Kedua, sistem chart podcast enggak jelas berdasarkan apa, enggak tahu siapa yang mau verifikasi. Hanya podcast unik yang bakal bertahan," kata Adriano.

Berdasarkan laporan Global Entertainment and Media Outlook 2019-2023 yang dirilis PWC, pendapatan iklan podcast secara global akan tembus angka US$1 miliar atau setara Rp14 triliun.

Pendapatan iklan podcast diproyeksi melonjak 23,1 persen menjadi US$1,4 miliar hingga 2023, meningkat dua kali lipat dari pertumbuhan sekarang sebesar US$0,7 miliar. Pada 2022, pendapatan dari iklan podcast bahkan diprediksi bisa melebihi keuntungan koran digital.

Namun, belum ada riset yang membahas secara khusus tentang potensi pendapatan iklan podcast di Indonesia. Menurut Pange, sukar melakukan prediksi karena Indonesia masih meraba bisnis siniar ini.

"Belum, karena belum ngerti-ngerti banget juga. Masih meraba-raba, ini barang apa, jualannya gimana, nguntungin apa enggak. Sekarang masih baby. Orang masih menerka-nerka pengin placement di mana ya," katanya.

Pengamat media Agus Sudibyo menganggap bisnis podcast di Indonesia bisa berkembang asal memenuhi dua kriteria, yaitu pertama, terus memperbaiki diri dan memunculkan inovasi baru, dari segi aplikasi maupun konten.

"Yang kedua, apakah podcast ini konsisten dengan good content, karena pengiklan itu lama-lama selektif. Mereka demanding, jadi mereka hanya mau ngiklan di konten yang menjamin kualitas," katanya.

Industri podcast di Indonesia dapat bertumbuh sehat, layaknya saat ini di Amerika Serikat. Saat ini para podcaster dan pelaku industri siniar dalam proses pembibitan dan "pendewasaan" podcast ke arah yang mapan (established).

Sumber: Bisnis/CNN

Thanks for reading Besar, Potensi Bisnis Podcast di Indonesia | Labels: Bisnis, Bisnis Online, Podcast edit this post
0 Komentar untuk "Besar, Potensi Bisnis Podcast di Indonesia"

Contact Form

Name

Email *

Message *

Back To Top