Suka Duka Blogger - Content Creator dengan Platform Blog

Bagaimana suka duka blogger? Bagaimana pengalaman menjadi seorang blogger selama ini? Berikut ini CB berbagi pengalaman blogging, sekaligus "curhat" kali ya :)


Jadi blogger gampang-gampang susah. Gampang bikinnya, susah bikin posting berkualitas dan mendapatkan banyak pengunjung. 


Sukanya jelas kalau banyak pengunjung, trafik tinggi, diterima Adsense, dapat iklan, dapat content placement (sponsored post), alias dapat duit dari blogging.


Dukanya? 


Dukanya jelas, semua blogger pasti merasakan, kalau blog sepi pengunjung dan sepi komentar. Terasa sia-sia dong blogging kalau gak ada pengunjung.


Kita berbagi pengalaman, tapi kepada siapa jika gak ada yang baca? Kita berbagai pengetahuan, tapi siapa yang menerima "sedekah ilmu" kita jika tak ada pengunjung?


Itu duka seorang blogger paling dalam. Namun, jika tujuan bloggingnya adalah mengasah keterampilan menulis, agar bisa menulis artikel dengan lebih lancar dan bagus, ya... tentu saja, gak ada pembaca pun gak masalah.


Jadi, suka duka blogger berbeda-beda dan tergantung tujuan blogging. Makanya, dari tips para pakar sering disebutkan, langkah awal sebelum membuat blog, atau memutuskan blogging, adalah MENENTUKAN TUJUAN. Set your goal!


Nah, tujuan blogging ini akan menentukan masa depan blog, juga suka duka blogger dalam mengelola blognya.


Dulu, saat membuat blog ini (dengan alamat contohblognih.blogspot.com), CB (admin blog ini) hanya "iseng" aja, nyobain template Johny Wuss yang waktu itu sedang populer, trending, viral di kalangan blogger.


Saat itu blogging lagi rame-ramenya. Nah, ternyata, postingan pendek bahkan "copas" pun saat itu banyak pengunjung dan banyak komentar. Ini membuktikan keampuhan template Johny Wuss itu!


CB pun akhirnya mencoba desai ulang template tersebut. Namanya menjadi New Johny Wuss (NJW). Ih, makin ramai pengunjung dan banyak yang suka template itu!


Akhirnya CB putuskan "seriuskan" blog ini dengan melakukan Custom Blogger, yaitu menggunakan nama domain sendiri. Jadilah nama domainnya contohblog.com dari yang tadinya contohblognih.blogspot.com.

Suka Duka Blogger

Kembali ke soal suka duka blogger. Sekali lagi, sukanya adalah banyak pengunjung dan menghasilkan uang (diterima Google AdSense dan dapat iklan seperti content placement atau sponsored post).


Jadi, kalau trafi blog tinggi, banyak pengunjung, maka blog akan diterima AdSense dan mengundang banyak agency content placement maupun pemasang iklan atau sekadar mencari backlink.


Dukanya, sekali lagi, kebalikan dari itu, yakni blog sepi pengunjung, trafik rendah, atau pembaca sedikit sekali.


Namun, duka karena trafik ini relatif, karena kalau tujuan bloggingnya adalah be better writer atau belajar menulis online menjadi content writer, maka trafik gak jadi masalah. Gak ada yang baca pun gak masalah, karena tujuannya belajar atau mengasah keterampilan menulis dan mempelajari dunia blogging dan website, termasuk soal SEO.


Secara umum, duka blogger lainnya adalah ternyata jadi blogger itu gak gampang! Blogging bukan sekadar menulis!


Blogger bukan sekadar content writer, tapi juga harus jadi editor (mengedit postingan), belajar dan menerapkan SEO agar blog bisa bersaing, plus... mau gak mau jadi admin media sosial juga.


Iya sih, medsos bukan sumber utama trafik, tapi 'kan postingan yang dibagikan di Facebook atau Twitter, berpengaruh juga bagi trafik.


Terakhir, ini duka lainnya nih, yaitu jika dapat klien pemasang iklan yang "rewel". Misalnya, mau pasang sponsored post atau content placement, pasang backlink, namun dalam urusan pembayaran, harus melampirkan "macem-macem", misalnya KTP, NPWP, Statistik Trafik, dll.


Memang sih, satu-dua yang "ribet" begitu. Kebanyakan, yang pasang di contohblog.com, lancar saja. Pasang, bayar! Gak ada syarat macam-macam. Toh "barangnya" bisa dicek terus, ada linknya, ada postingannya, dll.


Apalagi kalau pemasang dari luar negeri, bayar pake PayPal. Begitu posting atau pasang, langsung minta ID PayPal, dan bayar. Beres! Itu kebanyakannya begitu.


Duka jadi blogger lainnya yaitu jika harus "sibuk" menghapus komentar spam. Meski ada kode otomatis menghapusnya.


Duka blogger juga kalau ada komentar anonim, laju menghujat, nyinyir, atau melakukan bullying dengan kata-kata kasar. Wah, ini gak enak banget. Begitu dicek profilnya, eh... gak punya blog atau diprivate.


Terakhir, ini kayaknya dirasakan juga oleh blogger lain, yaitu  popularitas blogging tampaknya tergerus vlogging (youtuber) dan media sosial, plus situs-situs besar, termasuk website berita, kini banyak menulis topik-topik yang biasa ditulis para blogger. Bahkan "cara membuat blog" pun ada di situs-situs berita.


Itu dia suka duka blogger. Bagaimana versi Anda?


2 Comments

  1. Saya amati blog masih mendapat tempat tersendiri meski vlog tampak lebih populer, terutama buat orang-orang yang lebih gemar membaca ketimbang menonton (contohnya saya, berikan saya review video belum tentu saya tonton, berikan saya tulisan review lebih pasti saya baca).

    Salah satu duka yang saya rasakan dalam hal blogging, saya pernah semangat membangun blog komunitas selama 2 tahun. Setelah saya tidak menjadi pengurus lagi dan menyerahkan akun blog tersebut ke pengurus selanjutnya, eh blog tersebut jadi tidak terurus lagi. Bahkan SSL pun tidak diaktifkan padahal pakai Blogger yang notabene modal ada niat saja buat pasang SSL karena gratis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagisaya...blog adalah teman 'sekamar' yang paling setia. Teman begadang yg menyenangkan. Walau memang tidak sesemarak dulu. Blog-blog tutorial dan kreator template pun sudah agak jarang update.

      Delete

Post a Comment